The Gift of a Friend

The world comes to life and everything’s bright from beginning to end when you have a friend by your side that helps you to find the beauty you are when you open your heart and believe in….the gift of a friend
Gift of a Friend – Demi Lovato        

Ini kisah berawal dari dua orang bocah yang keras kepala. Dua-duanya bersikeras buat ikut jemput saya di Bandara Halim Perdanakusuma, sepulang saya dari Semarang. Jarum pendek jam sudah bertengger di angka 6 sore saat saya menginjakkan kaki di Halim. Dua bocah ini ternyata masih ada di RSPAD karena kegiatan koas baru selesai. Saya memutuskan untuk menunggu mereka di Halim atas saran bapak saya, tapi mereka merasa nggak enak kalau ditunggu dan memilih untuk datang sendiri ke rumah.

Alis saya naik satu. Kalian berdua itu cewek, rumahku di Bekasi yang bukan tengah kota. Jauh dan tiap orang yang dikasih tahu alamat rumahku hampir 90% merasa asing.

Saya menjelaskan keadaan tadi ke mereka berdua tapi entah kenapa keduanya tetap ngotot dan saya tak bisa mencegah lagi. Saya akhirnya cuma bisa mengarahkan untuk naik trans jakarta saja sampai Shelter Pinangranti dan lanjut taksi, karena angkot sudah mulai menghilang di atas jam 8 malam. Satu hal yang juga buat saya khawatir adalah, malam itu malam sabtu yang sudah pasti jalanan sangat macet.
Di rumah saya menjaga handphone tetap di samping saya agar tak luput keadaan mereka. Karena lelah perjalanan saya tertidur dan akhirnya jam 11 malam dua bocah itu sampai di rumah saya. Jam 11 malam!! Saya heran sama kekuatan mereka berdua ini.
Kantuk saya hilang. Kangen saya terobati. Lebih dari setahun kira-kira kita nggak ketemu. Terakhir Limuners menginap di rumah saya yaitu saat saya sedang ribet ambil data skripsi dan mereka ada untuk membantu saya. Dan sekarang dua dari Limuners bela-belain datang ke rumah saya (yang jauh) malam-malam demi ‘menyambut’ kedatangan saya dari Ambarawa. Dan mereka datang membawa kado untuk ulang tahun saya yang sudah lewat.

image

Makasih banget ya Cila dan Kemi, yang udah bikin kangenku terobati. Makasih buat selalu ingat kalau aku segitu cintanya sama kopi dan warna biru langit. Makasih buat gantungan kuncinya yang cute banget. Makasih buat kue Auroranya. Ternyata gambar Auroranya cuma kertas doang ya, nggak bisa dimakan huahahahaha 😂😂
Ah, aku nggak bisa nggak bahagia 🙂
Kita bakal ketemu lagi, pasti!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: