Pengumuman Pemenang GIVEAWAY “Mengeja Bahagia” :)

Hallooo khalayak blog, akhirnya saya mengisi laman blog saya lagi setelah post terakhir saat hari raya Idul Fitri. Sudah lama sekali blog saya berdebu dan penuh sarang laba-laba di sana-sini. Dan…..saya muncul lagi di home page anda malam hari ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk……

 

giveaway

 

*tebar-tebar Confetti*

Sebelumnya kami memohon maaf karena pengumuman ini semestinya dibuat kemarin, tetapi karena ada hal yang membuat kami sok sibuk, jadi……baru hari ini bisa diumumkan. Kami akui, keseluruhan karya yang masuk ke link kami bagus-bagus. Kami menyadari, bahwa memang arti kata bahagia bagi setiap orang sangat beragam. Sangat bergantung pada standar-standar yang masing-masing kita perjuangkan.

Terima kasih banyak kepada semua yang telah berpartisipasi dan setelah melalui proses kontemplasi yang panjang *lebay*, akhirnya kami memutuskan karya-karya inilah yang menjadi pemenang.

(bdw, berhubung saya belum kenal nama aslinya, jadi saya pakai nama user saja yah….)

 

HERE THEY ARE…..

giveaway2

 

Pemenang I : Kak newzizzahaz dengan karyanya Mengeja Bahagia

Pemenang II : Kak momo taro dengan tulisannya Bahagiamu, Bahagiaku 

Pemenang III : Kak rayamakyus dengan artikelnya Karena BAHAGIA Datangnya Dari Hati

dan satu pemenang favorit yaitu…..

Kak Nur Irawan dengan tulisannya Kamulah Bahagiaku yang Sebenarnya

 

CONGRATULATION buat para pemenang!!!

Kepada seluruh pemenang, diharapkan mengirimkan alamat rumah dan nomor telepon aktif ke rifa.roa@hotmail.com dan parmantos@gmail.com

Plus, kepada pemenang I, II, dan III, tolong beritahu kami ukuran kaos yang biasa dipakai ya, dan cantumkan ingin lengan panjang atau pendek. 

Sekali lagi, terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dan sampai ketemu di (InsyaAllah) giveaway-giveaway selanjutnya :”)

Ramadhan: #Last Day

Ada yang bersorak-sorai menggemakan riang,

Ada yang memekik senang membuncah rindu,

Ada yang tidak mau tahu-menahu,

Ada yang kehilangan di tengah rumpun bahagia,

Ada yang masih bertanya-tanya.

Juga ada yang bergemuruh melesak dada begitu dalam:

rindu milik ayah dan ibuku.


IGD RSTN, malam lebaran. 

Ramadhan Day #26: Who?

Who saves you?

At the end, you have to stand all by yourself. 

Rely on yourself. Hug yourself.

The only one in this earth whom you can trust: just yourself. 


Menjelang Idul Fitri, 21 Juni 2017

Ramadhan GIVEAWAY: Define your Happiness!

My dad once said to me:

“Orang-orang yang berada dalam keterbatasan itu justru orang-orang yang paling mudah untuk merasa bahagia, Mbak.”

Karena orang-orang dengan syarat hidup yang tidak banyaklah yang justru lebih mudah untuk merasa bahagia. Karena jelas, ambang batas kebahagiaan orang-orang yang keadaannya terbatas sedemikian rendahnya sehingga apabila mengalami hal menyenangkan sedikiiit saja hatinya sudah bahagia.

Uang senilai lima puluh ribu rupiah bagi seorang miliarder tentu memiliki arti yang berbeda dibandingkan bagi seorang yang papa bukan? 🙂

Happiness has its own meaning for each of us. 

Kebahagiaan itu ada dimana-mana, bahkan di tempat tergelap sekalipun. Bahkan bila tidak ketemu, bisa kita ciptakan sendiri. Bisa juga dibeli pakai uang. Kata siapa rasa bahagia tidak bisa dibeli pakai uang?

Seperti contohnya begini,

  1. Membelinya di kotak amal masjid, di panti-panti asuhan, di tangan-tangan pengemis yang menengadah di jalan-jalan kumuh. Nilai tukarnya adalah senyuman terima kasih dan doa-doa yang naik ke langit. Ini jenis bahagia yang hakiki.
  2. Membelanjakannya untuk hobi.
  3. Ke coffee shop lalu beli americano atau caffe latte. Kalau ini khusus menurut saya sih :p
  4. Dan lain-lain….

 

Masih ada banyak definisi bahagia menurut saya dan juga pasti menurut kamu ❤

Di pertengahan Bulan Ramadhan ini saya dan seorang blogger ketjeh, sebut saja om Slamet Parmanto  mengajak teman-teman blogger untuk ikut GIVEAWAY yang kami buat, dengan tema Mengeja Bahagia. 

You just have to describe, apa sih arti bahagia menurutmu? 🙂

image14.jpg

Apakah senyum kedua orangtua tersayang? Apakah lulus dengan predikat cum laude? Apakah suatu momen berharga dalam hidupmu?

Gambarkan saja dengan ketentuan sebagai berikut 🙂

  • Tulisan boleh dalam format apapun (artikel, puisi, prosa dll), dengan menambahkan hastag #MengejaBahagia #MaknaBahagia di akhir tulisan.
  • Tulisan bisa dipublikasikan di media apapun (tidak hanya blog), bisa dalam bentuk caption Instagram atau status Facebook (follow akun socmed kami lebih dulu).
  • Jika tulisan dipublish di blog, berikan backlink url project #MengejaBahagia ini pada tulisan, tapi bila ditulis di Instagram atau Facebook cukup copy link url di tulisan temen-temen lalu jangan lupa mention ke akun socmed salah satu dari kami.
  • Sharing tulisan ke sosial media lain akan mendapat nilai plus, dengan memberitahukan link share tersebut ke komen postingan ini.
  • Masa publish tulisan dari tanggal 12 Juni – 2 Juli 2017. Pengumuman pemenang akan tanggal 15 Juli 2017.

 

Ini hadiahnya 😀

  • Pemenang I: paket buku (3 pcs) + satu set MagicUSB(*) (isinya USB Live Linux/Android dan kaos)
  • Pemenang II: paket buku (2 pcs) + kaos + pulsa senilai 50K
  • Pemenang III: paket buku (1 pcs) + kaos + pulsa senilai 50K
  • Pemenang favorit: hadiahnya masih rahasia :p

 

*MagicUSB ini produk inovasinya Mas Slamet dengan temannya. Bila ingin tahu spesifikasinya dengan jelas, bisa ditanyakan langsung ke beliau lewat media sosialnya, ya 🙂

Mengeja Bahagia.jpg

Cause the true happiness tastes better when it’s shared. So, let us know what happiness means for you! ❤

 

Seperti yang Dulu

Kau tahu, betapa sulitnya merajut kembali kepercayaan begitu benangnya telah terurai?

Bagai menyatukan pecahan kaca yang remuk redam. Sungguh, tiada garis rekah yang bisa hilang meski disatukan dengan perekat paling handal.

Meski berulang kali kau mencobanya.

Bagai menyumpal bekas paku yang telah tertanam di dasar kayu. Biar bisa disumpal, sisa karatnya tak akan pernah hilang.

Lalu kau tersadar, kau sangat mungkin sewaktu-waktu ditinggalkan. Tiada jaminan kau menjadi kekal. Dia, kau, kita, manusia biasa.

Hidupmu bukan magis yang lantas berisi hal-hal manis. Dan saat kemudian hadir setitik tinta pahit yang kemudian melebur, semuanya tak lagi sama. Kau merasa kehilangan, tapi saat kau meraba-raba, kau tak tahu bagian mana yang hilang.

Kau hanya merasa……

hilang.

 

Dan keadaan tidak seperti yang dulu lagi.

Sungguh, tiada yang menjadi kekal. Tidak ada.

 

Boalemo, 17 Mei 2017

Jika Kamu…

Jika kamu ingin beranjak pergi, maka pergilah. Aku tak ingin menjadi rantai yang kelak membuatmu sesak.

Jika kamu hendak berlepas diri, ketahuilah, aku tidak menggenggammu erat hingga kau menjelma pasir yang terdesak melepas diri dari sela-sela jari.

Jika kamu masih ingin mencari, kau harus tahu bahwa aku tak akan memaksamu ada di sisi. 

Karena memeluk diri sendiri lebih ku cintai daripada bersama seseorang yang hendak pergi. 


Bekasi, 9 April 2017

Dangerous.

Image

It’s All in Your Head!

Pernah nggak berobat ke klinik/RS karena keluhan pusing, sakit kepala, perut nggak enak, atau gangguan tidur (re: insomnia) lalu dokternya bilang….

“Kamu lagi banyak pikiran ya? Ini sakitnya karena stres.”

Maybe yang ada di pikiranmu adalah, ‘yaelah dok, udah jauh-jauh berobat masa dibilangnya cuma gara-gara stres. Nggak ada alasan lain apa.’

Dokter pun sebenarnya diajari untuk mendiagnosis suatu penyakit dengan mindset organ-oriented, alias dengan mencari penyebab fisik terlebih dahulu dan mengekslusikan penyebab psikis. Tapi kenyataannya, sisi psikologis kaitannya dengan gangguan fisik seseorang tidak bisa dipandang sebelah mata. 

o-depression-facebook

Depresi (sumber: huffingtonpost.com)

Judul postingan ini pun merupakan judul sebuah buku yang ditulis oleh seorang neurologis (dokter spesialis saraf) bernama Suzanne O’Sullivan. Beliau ini sempat ‘bingung’ karena sering didatangi pasien-pasien dengan gejala penyakit saraf macam nyeri punggung bawah, sakit kepala, buta, dan paralisis tapi kok nggak ada kelainan organ yang mendasarinya. Hasil pemeriksaan semuanya normal-normal aja, dari pemeriksaan fisik sampai laboratorium diagnosis canggih macam MRI pun normal-normal aja. Dari sinilah semakin dikenal istilah psikosomatis (re: gejala fisik yang diakibatkan oleh faktor psikis).

Meski tampak ‘abu-abu’, gangguan jiwa bisa dijelaskan dengan mekanisme-mekanisme di otak. Emosi kita di atur oleh bagian otak yang bernama korteks pre-frontal, amigdala, ventral tegmental area, dan striatum (nah lho, pusing deh). Kerja emosi di bagian-bagian itu ‘dimainkan’ oleh neurotransmitter-neurotransmitter unyu yang kita sebut saja serotonin, dopamin, dan adrenergik. Serotonin sama dopamin ini kalau kadarnya cukup bisa bikin kita jadi bahagia ❤

functions-of-oxytocin

Emosi dan komposisi kimianya di otak (sumber: consumerhealthdigest.com)

Spektrum penyakit fisik yang disebabkan oleh gangguan psikis itu disebutnya sekarang Somatic Symptoms Disorder, setelah sebelumnya di DSM-IV disebut Gangguan Somatoform. Nah, penyakit somatik atau biasa disebut psikosomatik ini biasanya dialami sama orang-orang dengan kecenderungan cemas atau depresi.

Gejala yang paling sering diakibatkan oleh psikis ya tadi itu, perut perih dan begah, kepala sakit, dan insomnia. Justru kenyataannya, rasa perut ngga enak alias maag alias dispepsia itu paling banyak karena faktor psikis dibandingkan dengan kelainan organik (benar-benar ada kelainan di organ yang mendasari). Saat masa embrio dan pembentukan organ-organ, saraf di otak tersambung dengan saraf enterik (pencernaan) dan hingga lahir pun tetap terhubung dan hal ini bisa menjelaskan mengapa stres bisa menyebabkan gangguan lambung.

Saya sendiri pernah ketemu pasien kasus seperti ini di klinik….

Pasien: Saya udah semingguan ini nggak bisa tidur dok…

Me: Susah mulainya apa susah pertahanin tidur, Pak? Kayak kebangun-kebangun terus gitu. Ada mimpi buruk nggak?

P: Dua-duanya. Dulunya sih enggak. Mimpi nggak aneh-aneh sih…

Me: Sebelum tidur ada yang dipikirin nggak, Pak?

P: *terdiam* iyaa, saya tuh capeeekk kerjaan lagi banyak banget semingguan ini. Saya pusing ini ada deadline, takut nggak kekejar, bla bla bla bla…..

Me: ……………..

Akhirnya pasien tersebut saya berikan terapi anti-depressan (namanya rahasia) untuk membantu mengurangi gejalanya. Guideline saat ini pun menggunakan anti-depresan untuk gejala cemas. But for caution, obat macam ini tidak boleh dibeli sendiri karena efek candunya yang besar, apalagi buat golongan benzodiazepin macam Alprazolam. Banyak orang membeli sendiri Alprazolam dan mengalami kecanduan hingga dosisnya suliiiiiit sekali untuk diturunkan. Diturunkan sedikit, rasa cemas yang dialami langsung kembali lagi, bahkan dalam bentuk lebih parah dibanding sebelumnya (rebound).

Lebih baik memang konsultasi ke psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa). Sayangnya, di negara kita ini stigma penyakit jiwa masih jelek sekali dan orang-orang yang berobat ke psikiater dianggap gila. Biasanya bakal ada komentar…

“Ngapain konsultasi ke psikiater, kayak nggak pernah sholat aja.”

“Sakit jiwa lu ya, pake berobat ke dokter jiwa?”

“Ibadah makanya yang banyak-banyak, biar nggak stres.”

Menurut saya, orang-orang seperti itu jahat. Padahal, kita pun ‘disuruh’ oleh-Nya untuk ikhtiar ketika menghadapi masalah. Datang ke psikiater untuk mengeluarkan segala macam unek-unek adalah salah satu bentuk ikhtiar nyata yang bisa dilakukan bersamaan dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Banyak juga orang takut ke dokter jiwa karena nggak mau kecanduan obat. Lha, wong psikiater itu kerjaannya sehari-hari nanganin orang-orang kecanduan narkoba. Tenang, terapi dengan obat itu juga ada guideline-nya dan obat pun bukan satu-satunya terapi. Ada terapi yang lebih penting, yaitu psikoterapi. 

Psikoterapi ini ada banyaaak jenisnya, termasuk di dalamnya Congnitive Behavioural Therapy, terapi relaksasi, dll. Ohya, jangan pernah coba-coba juga pakai narkoba ya. Di dalam tubuh kita ini sebenarnya sudah ada ‘penenang’ alaminya (ec: endorfin) dan dengan menggunakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) akan mendepak penenang alami kita dan membuat kecanduan terus terus daaan terruuusss…

Selain itu, dosis yang dibutuhkan pun akan semakin meningkat. Untuk merasakan efek seperti saat ini, dibutuhkan dosis yang lebih tinggi lagi, lagi, dan lagi. Saran saya sih, kalau mau kecanduan yang murah ajaa #eh. Jangan kokain, karena kokain itu narkoba paling mahal sedunia. Sekarang itu pecandu malah makin kreatif (?), obat-obatannya ditumbuk sendiri lantas diinjeksikan ke dalam darah. Hadeehh…

Percayalah, kebahagiaan yang ditawarkan oleh NAPZA adalah kebahagiaan yang semu. Merusak tubuh dan hidup sendiri.

Postingan ini sekedar sharing hasil seminar kesehatan jiwa di RS Mayapada Tangerang Hari Sabtu 17 Desember 2016 lalu (udah lama banget yak). Salah satu pembicaranya adalah dr. Andri, SpKJ, FAPM, seorang dokter jiwa yang nge-hits di medsos. Saya kagum sama beliau ini, doi ini sudah ikut fellowship bidang Psychosomatic Medicine. Kalau mau kepoin doi, bisa di twitternya, @mbahndi. Ada juga instagramnya tapi saya nggak tau namanya hehe…

img-20161217-wa0004_1481941518697

Foto sama dr. Andri, SpKJ plus buku beliau 

Pulangnya kita makan Bakso Boedjangan di Rawamangun hahaha XD

img_20161217_190314

Nyam nyam nyam….bakso isi cabe dan mozarella yang rasanya kayak heaven in disguise

Salam sehat jiwa! 😀

Salemba, 28 Desember 2016

Dengarkan Baik-baik.

 

Dan aku mengerti, bahwa yang berharga tentu tidak dengan mudah aku miliki…

Ba-Per

Nemu beginian di tumblr istrinya mas Kurniawan Gunadi:


Hahahaa sial, mas Gun ini kok paham banget sama sisi psikologis perempuan ya. He understands woman’s insecurity so bad. 

Karena, sekeras-kerasnya kita berjuang memperbaiki diri dan menjadi versi terbaik diri sendiri….

Nyatanya tetap mendambakan seseorang yang menerima diri secara utuh dan bersedia melangkah bersama dalam keadaan apapun itu. Diri yang apa adanya dengan segala keanehan dan cacat sana-sini. Apalagi perempuan yang memang kebutuhan mendasarnya diperhatikan dan didengar tanpa dihakimi apa-apa. (Secara ilmiahnya bisa dibaca di Men are from Mars and Women from Venus).

Ohya, btw suami yang perhatian itu bisa mengurangi kejadian depresi paska melahirkan (post partum depression) dan membuat ASI istrinya jadi lebih lancar lho. Ini serius. 

Baper bener baca itu postingan. Ah sudahlah, abaikan. Saya lagi ngidam pempek sama kopi sanger Aceh aja kayaknya.

Depok, lagi hujan deras. 

Yeay 2 hari lagi ke banduuung! >.<

Previous Older Entries