Looking for My Self Worth

Source: happify.com

 

Bener kata orang, setiap makhluk itu punya ujiannya masing-masing, cuma disesuain aja kadarnya sama Yang Diatas. Ada yang dikasih cobaan beraaat banget, macam hidup daerah konflik dan serba kekurangan. Ada juga yang cobaannya ya dirinya sendiri. Macam saya ini.

Saya sering banget mempertanyakan ke Allah, kenapa kok hati saya diciptakan ‘kecil’ sekali dibandingkan orang lain. Rasa-rasanya saya ini orang paling lemah. Tapi nyatanya ini sesuai dengan apa yang Allah kasih di hidup saya. Karena perhitungan Allah nggak akan pernah salah.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk mencintai diri saya sendiri dan ‘membersihkan’ kaca mata yang selama ini saya pakai. Selama ini saya ‘kabur’ dalam memandang diri saya sendiri sehingga seringkali menganggap diri ini jauh lebih rendah dibanding orang lain. Tak peduli seberapa banyak pujian dilayangkan kepada saya. Ansietas yang ditambah dengan perfeksionisme membuat hidup terasa seperti neraka.

Kalau orang-orang diuji dengan kehidupannya, saya diuji dengan diri saya sendiri.

Saking rendahnya memandang diri sendiri, sampai pendapat orang lain menjadi begitu penting bagi saya. Lelah? Sangat. Saya jadi kayak orang nggak punya pendirian. Perjalanan menyembuhkan diri sendiri ini sejalan dengan persiapan mental yang saya bangun menjelang nikah.

Tuhan, betapa banyak waktumu yang hamba sia-siakan hanya dengan meratapi nasib yang sesungguhnya baik. 

Kalau kamu akrab sekali dengan hal-hal di bawah ini, mungkin kita senasib hehe:

  1. Berekspektasi segala hal sempurna, hingga saatnya da cela saja di satu karyamu, kamu merasa jadi orang paling gagal.
  2. Bersuara rendah dan postur tubuh yang menunduk. Sisi psikologis mempengaruhi penampilan secara keseluruhan, lho.
  3. Menahan diri untuk menyuarakan pendapat sendiri karena menganggap pandangan orang lain lebih baik.
  4. Ragu-ragu dalam bertindak.
  5. Prokrastinasi dalam hal apapun, ujung-ujungnya jadi mager.
  6. Hmm…apalagi ya, maybe ada yang mau menambahkan….

 

Dan ternyata, mencintai diri sendiri itu nggak bisa instan, tapi mesti bertahap. Pelan-pelan. Demi apapun,jadi orang perfeksionis itu menyiksa. Mungkin kalian pernah baca tulisan-tulisan tentang perfeksionisme di blog ini. Jelas itu karena saya ingin sekali membuang sifat ini karena lebih banyak negative side nya dibanding positive side nya. HUFT….

Btw, quote ini ngena banget deh buat saya…

“You can be the most beautiful person in the world and everybody sees light and rainbows when they look at you, but if you yourself don’t know it, all of that doesn’t even matter. Every second that you spend on doubting your worth, every moment that you use to criticize yourself; is a second of your life wasted, is a moment of your life thrown away. It’s not like you have forever, so don’t waste any of your seconds, don’t throw even one of your moments away.” 

C. JoyBell C.

Nggak jelas, 15 Februari 2018

Advertisements

Mengapa?

Mengapa setiap orang tidak boleh menikmati usianya sendiri sepanjang hidupnya?

Ada apa dengan kita yang wajib berdua agar tidak dicerca?

Mengapa seorang wanita harus merelakan sisa hidupnya kepada laki-laki yang tidak lama dikenalnya?

Mengapa tidak masing-masing kita puas dengan hidup kita? Memilih puas dengan pilihannya.

Mengapa harus ada sakit yang mengiringi cinta dan dinamika?

Mengapa segala persepsi dengan mudahnya membunuh kita?

Mengapa begitu sulitnya mencari seorang teman untuk mendengarkan serta dapat dipercaya?

Mengapa ada banyak definisi di dunia? 

Mengapa sering sekali teralienasi pikiran kita? Dan sulitnya untuk bicara.

Lantas, mengapa aku menyesal telah menjawab ‘iya’?

Tilamuta, 14 November 2017

Harga

Katanya, semakin jauh suatu hal dari jangkauan, maka semakin mahal lah harganya.

Semakin mustahil tuk dimiliki, pun makin bersinarlah ia. 

Sehingga,

Segala hal yang dimiliki terkecap biasa saja

Semua yang sudah ada di genggaman menjadi biasa harganya

Begitupun kita, yang menjadi-jadi saja berkurang nilainya,

di matanya.


Tilamuta, 11 November 2017

Pengumuman Pemenang GIVEAWAY “Mengeja Bahagia” :)

Hallooo khalayak blog, akhirnya saya mengisi laman blog saya lagi setelah post terakhir saat hari raya Idul Fitri. Sudah lama sekali blog saya berdebu dan penuh sarang laba-laba di sana-sini. Dan…..saya muncul lagi di home page anda malam hari ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk……

 

giveaway

 

*tebar-tebar Confetti*

Sebelumnya kami memohon maaf karena pengumuman ini semestinya dibuat kemarin, tetapi karena ada hal yang membuat kami sok sibuk, jadi……baru hari ini bisa diumumkan. Kami akui, keseluruhan karya yang masuk ke link kami bagus-bagus. Kami menyadari, bahwa memang arti kata bahagia bagi setiap orang sangat beragam. Sangat bergantung pada standar-standar yang masing-masing kita perjuangkan.

Terima kasih banyak kepada semua yang telah berpartisipasi dan setelah melalui proses kontemplasi yang panjang *lebay*, akhirnya kami memutuskan karya-karya inilah yang menjadi pemenang.

(bdw, berhubung saya belum kenal nama aslinya, jadi saya pakai nama user saja yah….)

 

HERE THEY ARE…..

giveaway2

 

Pemenang I : Kak newzizzahaz dengan karyanya Mengeja Bahagia

Pemenang II : Kak momo taro dengan tulisannya Bahagiamu, Bahagiaku 

Pemenang III : Kak rayamakyus dengan artikelnya Karena BAHAGIA Datangnya Dari Hati

dan satu pemenang favorit yaitu…..

Kak Nur Irawan dengan tulisannya Kamulah Bahagiaku yang Sebenarnya

 

CONGRATULATION buat para pemenang!!!

Kepada seluruh pemenang, diharapkan mengirimkan alamat rumah dan nomor telepon aktif ke rifa.roa@hotmail.com dan parmantos@gmail.com

Plus, kepada pemenang I, II, dan III, tolong beritahu kami ukuran kaos yang biasa dipakai ya, dan cantumkan ingin lengan panjang atau pendek. 

Sekali lagi, terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dan sampai ketemu di (InsyaAllah) giveaway-giveaway selanjutnya :”)

Ramadhan: #Last Day

Ada yang bersorak-sorai menggemakan riang,

Ada yang memekik senang membuncah rindu,

Ada yang tidak mau tahu-menahu,

Ada yang kehilangan di tengah rumpun bahagia,

Ada yang masih bertanya-tanya.

Juga ada yang bergemuruh melesak dada begitu dalam:

rindu milik ayah dan ibuku.


IGD RSTN, malam lebaran. 

Ramadhan Day #26: Who?

Who saves you?

At the end, you have to stand all by yourself. 

Rely on yourself. Hug yourself.

The only one in this earth whom you can trust: just yourself. 


Menjelang Idul Fitri, 21 Juni 2017

Ramadhan GIVEAWAY: Define your Happiness!

My dad once said to me:

“Orang-orang yang berada dalam keterbatasan itu justru orang-orang yang paling mudah untuk merasa bahagia, Mbak.”

Karena orang-orang dengan syarat hidup yang tidak banyaklah yang justru lebih mudah untuk merasa bahagia. Karena jelas, ambang batas kebahagiaan orang-orang yang keadaannya terbatas sedemikian rendahnya sehingga apabila mengalami hal menyenangkan sedikiiit saja hatinya sudah bahagia.

Uang senilai lima puluh ribu rupiah bagi seorang miliarder tentu memiliki arti yang berbeda dibandingkan bagi seorang yang papa bukan? 🙂

Happiness has its own meaning for each of us. 

Kebahagiaan itu ada dimana-mana, bahkan di tempat tergelap sekalipun. Bahkan bila tidak ketemu, bisa kita ciptakan sendiri. Bisa juga dibeli pakai uang. Kata siapa rasa bahagia tidak bisa dibeli pakai uang?

Seperti contohnya begini,

  1. Membelinya di kotak amal masjid, di panti-panti asuhan, di tangan-tangan pengemis yang menengadah di jalan-jalan kumuh. Nilai tukarnya adalah senyuman terima kasih dan doa-doa yang naik ke langit. Ini jenis bahagia yang hakiki.
  2. Membelanjakannya untuk hobi.
  3. Ke coffee shop lalu beli americano atau caffe latte. Kalau ini khusus menurut saya sih :p
  4. Dan lain-lain….

 

Masih ada banyak definisi bahagia menurut saya dan juga pasti menurut kamu ❤

Di pertengahan Bulan Ramadhan ini saya dan seorang blogger ketjeh, sebut saja om Slamet Parmanto  mengajak teman-teman blogger untuk ikut GIVEAWAY yang kami buat, dengan tema Mengeja Bahagia. 

You just have to describe, apa sih arti bahagia menurutmu? 🙂

image14.jpg

Apakah senyum kedua orangtua tersayang? Apakah lulus dengan predikat cum laude? Apakah suatu momen berharga dalam hidupmu?

Gambarkan saja dengan ketentuan sebagai berikut 🙂

  • Tulisan boleh dalam format apapun (artikel, puisi, prosa dll), dengan menambahkan hastag #MengejaBahagia #MaknaBahagia di akhir tulisan.
  • Tulisan bisa dipublikasikan di media apapun (tidak hanya blog), bisa dalam bentuk caption Instagram atau status Facebook (follow akun socmed kami lebih dulu).
  • Jika tulisan dipublish di blog, berikan backlink url project #MengejaBahagia ini pada tulisan, tapi bila ditulis di Instagram atau Facebook cukup copy link url di tulisan temen-temen lalu jangan lupa mention ke akun socmed salah satu dari kami.
  • Sharing tulisan ke sosial media lain akan mendapat nilai plus, dengan memberitahukan link share tersebut ke komen postingan ini.
  • Masa publish tulisan dari tanggal 12 Juni – 2 Juli 2017. Pengumuman pemenang akan tanggal 15 Juli 2017.

 

Ini hadiahnya 😀

  • Pemenang I: paket buku (3 pcs) + satu set MagicUSB(*) (isinya USB Live Linux/Android dan kaos)
  • Pemenang II: paket buku (2 pcs) + kaos + pulsa senilai 50K
  • Pemenang III: paket buku (1 pcs) + kaos + pulsa senilai 50K
  • Pemenang favorit: hadiahnya masih rahasia :p

 

*MagicUSB ini produk inovasinya Mas Slamet dengan temannya. Bila ingin tahu spesifikasinya dengan jelas, bisa ditanyakan langsung ke beliau lewat media sosialnya, ya 🙂

Mengeja Bahagia.jpg

Cause the true happiness tastes better when it’s shared. So, let us know what happiness means for you! ❤

 

Seperti yang Dulu

Kau tahu, betapa sulitnya merajut kembali kepercayaan begitu benangnya telah terurai?

Bagai menyatukan pecahan kaca yang remuk redam. Sungguh, tiada garis rekah yang bisa hilang meski disatukan dengan perekat paling handal.

Meski berulang kali kau mencobanya.

Bagai menyumpal bekas paku yang telah tertanam di dasar kayu. Biar bisa disumpal, sisa karatnya tak akan pernah hilang.

Lalu kau tersadar, kau sangat mungkin sewaktu-waktu ditinggalkan. Tiada jaminan kau menjadi kekal. Dia, kau, kita, manusia biasa.

Hidupmu bukan magis yang lantas berisi hal-hal manis. Dan saat kemudian hadir setitik tinta pahit yang kemudian melebur, semuanya tak lagi sama. Kau merasa kehilangan, tapi saat kau meraba-raba, kau tak tahu bagian mana yang hilang.

Kau hanya merasa……

hilang.

 

Dan keadaan tidak seperti yang dulu lagi.

Sungguh, tiada yang menjadi kekal. Tidak ada.

 

Boalemo, 17 Mei 2017

Jika Kamu…

Jika kamu ingin beranjak pergi, maka pergilah. Aku tak ingin menjadi rantai yang kelak membuatmu sesak.

Jika kamu hendak berlepas diri, ketahuilah, aku tidak menggenggammu erat hingga kau menjelma pasir yang terdesak melepas diri dari sela-sela jari.

Jika kamu masih ingin mencari, kau harus tahu bahwa aku tak akan memaksamu ada di sisi. 

Karena memeluk diri sendiri lebih ku cintai daripada bersama seseorang yang hendak pergi. 


Bekasi, 9 April 2017

Dangerous.

Image

Previous Older Entries