Ramadhan Day #6: kering

Hampir seminggu sudah Bulan Suci ini berjalan. Waktu memang berjalan cepat, ya, sampai saya pun baru sadar bahwa sebentar lagi tugas saya akan berpindah ke rumah sakit. Pengalaman di Puskesmas ini akan saya tuliskan di bagian tersendiri nanti, InsyaAllah.

Saya memulai Ramadhan tahun ini dengan keadaan hati saya yang kering sekali. #huft

Untuk kesekian kalinya, saya menjalani puasa di kota orang. Literally, saya memang kering di sini karena cuaca yang terik di Gorontalo. Dan parahnya, saat ini saya homesick, sesuatu yang saya kira tak akan saya alami di perantauan saat ini. Mungkin juga saking longgarnya waktu saya di sini, karena kan kesibukan itu bisa menjinakkan rasa rindu.

Ramadhan tahun ini saya gunakan untuk perlahan membasuh hati saya yang kering karena sudah semakin jauh dari-Nya. Dengan lebih banyak membaca Kalam-Nya, mengulang-ulang hafalan, juga sholat sunnah (yang belakangan sudah jarang saya lakukan). Memang, Alquran itu candu. Semakin lama ditinggalkan, hati pun jadi kalap mencari-cari. Seperti ada yang hilang, dan hati jadi menyisakan bagian kosong karena lama ditinggalkan. Kemudian menjadi kering karena sesak diisi dengan hal-hal duniawi saja. 😦

I’ve lost myself. Selain hati saya yang menjadi kering, entah mengapa rasanya akhir-akhir ini saya seperti kehilangan diri saya sendiri. Rasanya seperti bergeser dari titik keseimbangan yang selama ini saya jaga. Saya bahkan lupa dengan hal-hal yang pernah saya cintai dulu. Saya menjadi sulit menikmati apa-apa yang dahulu saya suka. Semangat untuk melakukan ini-itu entah mengapa menjadi pudar.

Atau ini karena hati saya yang memang sedang kering saja sehingga rasanya tak ada yang baik-baik saja?

Bulan suci Ramadhan ini jadi sebuah titik balik bagi saya untuk kembali mempertanyakan diri sendiri tentang apa-apa yang menjadi tujuan ke depan. Tentang bakti kepada Sang Pencipta, dan mengukur jarak sudah sejauh apa diri ini telah berpaling dari-Nya. Sehingga akhirnya bisa kembali dekat dengan-Nya dan menemukan diri seutuhnya (lagi).

 

Paguyaman, 01 Juni 2017