Mengapa Sulit?

Puluhan kali aku merawat luka milik sesiapa,

Demikian menjahitnya hingga lalu ia kering meninggalkan bekasnya.

Mengapa lantas aku abai merawatnya: luka milikku sendiri.

Mengapa aku abai akan tepinya yang tak juga mengering,

akan ujung saraf yang masih saja menghantarkan nyeri

menyusup terus dan enggan pergi.

Meski sungguh ku tak sudi air mataku jatuh hingga pipi!

Tapi,

Oh Gusti, mengapa demikian sulit sekali?


Tilamuta, 9 Agustus 2017