Seperti yang Dulu

Kau tahu, betapa sulitnya merajut kembali kepercayaan begitu benangnya telah terurai?

Bagai menyatukan pecahan kaca yang remuk redam. Sungguh, tiada garis rekah yang bisa hilang meski disatukan dengan perekat paling handal.

Meski berulang kali kau mencobanya.

Bagai menyumpal bekas paku yang telah tertanam di dasar kayu. Biar bisa disumpal, sisa karatnya tak akan pernah hilang.

Lalu kau tersadar, kau sangat mungkin sewaktu-waktu ditinggalkan. Tiada jaminan kau menjadi kekal. Dia, kau, kita, manusia biasa.

Hidupmu bukan magis yang lantas berisi hal-hal manis. Dan saat kemudian hadir setitik tinta pahit yang kemudian melebur, semuanya tak lagi sama. Kau merasa kehilangan, tapi saat kau meraba-raba, kau tak tahu bagian mana yang hilang.

Kau hanya merasa……

hilang.

 

Dan keadaan tidak seperti yang dulu lagi.

Sungguh, tiada yang menjadi kekal. Tidak ada.

 

Boalemo, 17 Mei 2017